Selasa, 25 Agustus 2009

KENTONGAN

Kentongan atau kentung-kentung adalah alat komunikasi jarak jauh tradisional yang terbuat dari bambu atau kayu berongga. Kentongan dipukul untuk memberi tanda bahaya, sebagai penanda waktu, atau sebagai seruan untuk berkumpul bagi penduduk yang mendengarkannya. Pesan yang dikirim, diidentifikasi melalui perbedaan ritme dan selang suara tabuhannya. Tiap daerah biasanya memiliki kode pukulan kentongan yang berbeda. Pemaknaan terhadap bunyi kentongan tergantung dari kebiasaan di daerah masing-masing.
Di zaman sekarang, peran kentongan sebagai penyiar informasi telah banyak digantikan oleh peralatan komunikasi elektronik. Kentongan lebih banyak digunakan sebagai hiasan ruangan dan hanya ditabuh pada upacara-upacara adat.
Bagi orang yang pernah bertempat tinggal di Jawa Tengah, pasti sudah pernah melihat suatu benda yang bernama kentongan. Barang yang biasanya berbentuk bulat, panjang dan gondal-gandul, tergantung di depan rumah tersebut merupakan media informasi/komunikasi bagi sebagian besar masyarakat terutama di desa. Kentongan digunakan untuk memberi kabar kepada masyarakat berkaitan adanya peristiwa yang sangat penting, seperti orang meninggal dunia, pencurian, perampokan, pembunuhan, banjir, kebakaran dan lain sebagainya.
Pada saat saya masih kecil kentongan dipergunakan sebagai alat komunikasi yang ditempatkan di pondok ditengah Ladang. Kentongan dalam bahasa Lubai adalah Getokan, atau Getok-getok. Biasanya kayu yang dipergunakan membuat getok-getok adalah Kayu Leban atau Gehungang yang telah berlubang akibat alam, sehingga proses pembuatannya jadi lebih mudah.
Pada malam hari saat menginap di Ladang di Dataran Gumsuruman Desa Jiwa Baru Lubai, Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, ketika saya masih kecil sering memukul kentongan ini atau disebut dengan getok-getok dengan beberapa irama. Biasanya ketika saya memukul kentongan ini akan ditimpalan oleh orang yang menginap atau temalam di Ladang yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar